Home » Nanobubble untuk Diversifikasi Hasil Kebun Percontohan dan Taman Edukasi

Nanobubble untuk Diversifikasi Hasil Kebun Percontohan dan Taman Edukasi

Program Pengabdian Masyarakat

Nanobubble untuk Diversifikasi Hasil Kebun Percontohan dan Taman Edukasi Kelompok Wanita Tani RT 03 DESA LENGKONG BOJONGSOANG

Prodi Teknik Fisika

Fakultas Teknik Elektro

Universitas Telkom

Maret- Agustus 2018

 

KenapaAquaponik?

Kotoran ikan dapat menjadi pupuk bagi tanaman. Tidak membutuhkan tanah untuk bertanam sayuran. Cocok buat pertanian di kota dengan lahan terbatas. Panen dua macam, tanaman dan ikan

 

Aquaponik yang kami buat

Cara kerja aquaponik

  1. Air diisi di tong penampung air hingga setengah penuh
  2. Dari tong penampung, air dipompa menggunakan pompa aquarium dengan debit 2500 l/jam ke tong tempat ikan yang berada sekitar 2 meter dari posisi pompa.
  3. Dari tong tempat ikan air dialirkan ke tong filter secara alami memanfaatkan gaya gravitasi. Posisi filter diatur lebih rendah dari tempat ikan.
  4. Dari filter, air yang mengandung nitrat dialirkan ke media tanam dan pipa-pipa hingga kembali ke bak penampung air.
  5. Di awal pengoperasian aquaponik disarankan memelihara ikan  patin dan tanaman kangkung yang mudah hidup. Hal ini untuk mengantisipasi jika bagian-bagian aquaponik termasuk pipa dan batu masih mengandung bahan kimia atau pengotor lain yang tidak cocok untuk ikan maupun tananam. Jika sudah beroperasi beberapa bulan ikan dan tanaman dapat divariasi sesuai selera
  6. Kangkung ditanam dengan menyebar biji bibitnya disela-sela batu.  Tanaman lain yang bijinya kecil atau bibitnya sudah berupa tanaman kecil ditanaman dengan menggunakan busa tipis yang dapat menyerap air.
  7. Air harus diatur agar berada sekitar 5 cm dari permukaan batu. Tujuannya agar akar tanaman tetap basah tetapi tidak membusuk
  8. Agar ikan cukup oksigen pasang nanobubble generator atau aerator penghasil gelembung-gelembung oksigen